Latarbelakang Masalah

Banten dalam segi pendidikan masih dinobatkan sebagai salah satu provinsi yang memiliki kualitas pendidikan yang rendah di Indonesia. Badan Pusat Statistik Banten tahun 2013 menyebutkan sebanyak 312.409 anak tidak bersekolah dari 604.812 total anak di Banten. Artinya 51,6 % anak tidak menikmati akses pendidikan. Angka penyumbang terbesar berasal dari pelosok desa di Banten. Rendahnya tingkat pendidikan di Banten juga menyebabkan sebanyak 337 ribu orang mengalami buta huruf. Tidak hanya itu, rendahnya kualitas pendidikan ini menyebabkan 25.860 orang berada dibawah garis kemiskinan pada tahun 2015. Kemiskinan pada tahun 2015 meningkat 7,89 % dari tahun yang 2014 disebabkan oleh salah satunya karena faktor rendahnya kualitas pendidikan di Banten khususnya di pelosok desa. Rendahnya kualitas dan akses pendidikan di Banten memberikan dampak atas lemahnya Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) di Banten yang hanya mencapai angka 69.89. Penyumbang terbesar masih berasal dari pelosok desa yang minim akan akses pendidikan. Penyebab terjadinya hal tersebut adalah karena adanya ketidakseimbangan kualitas pendidikan di kota dan desa yang membuat adanya pandangan “ketidakadilan pendidikan” antara kota dan desa.

Tahun 2013 Angka putus sekolah di Banten masih sangat tinggi. Berdasarkan data BPS Banten tahun 2013, dari 602 ribu jiwa penduduk usia sekolah menengah, sekitar 312 ribu anak tidak sekolah dan dari jumlah tersebut hanya sekitar 155 ribu yang sedang bekerja. Sehingga lebih setengahnya penduduk usia sekolah menengah tersebut, tidak bekerja dan juga tidak sekolah. Berbagai pandangan atas adanya ketidakadilan akses dan kualitas pendidikan antara kota dan pelosok desa di Banten membuat Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) tergerak untuk menjadi pelopor perubahan melalui potensi anak mudanya dalam menciptakan akses dan kualitas pendidikan berkeadilan di pelosok desa Banten. Data tahun 2013 menyebutkan bahwa Banten memiliki 212 ribu anak muda yang tersebar di seluruh kabupaten/Kota. Hal tersebut membuat organisasi ini dipimpin dan digerakkan langsung oleh anak muda atau disebut youth-led organization dengan basis kerelawanan yang menerapkan social value Care & Share. Kami selalu percaya bahwa anak muda memiliki peranan penting untuk mengubah suatu hal menjadi lebih baik. Dalam hal ini kami berani untuk menjadi pelopor perubahan dengan mewadahi seluruh niat baik menjadi aksi baik demi pendidikan yang lebih baik di pelosok desa Banten.