3 Tahun Mengabdi, Pentas Seni, dan Terminasi Isbanban Chapter Pandeglang Diringi Isak Tangis

2017-12-28 10:06:20 // by Administrator

KABUPATEN PANDEGLANG, biem.co – Mengusung tema Merajut Tali Silaturahmi Guna Meningkatkan Kebersamaan di Kampung Sejuta Kenangan, relawan Istana Belajar Anak Banten (Isbanban) Foundation mengakhiri masa pengabdiannya selama 3 tahun di Kampung Campaka Salam, Desa Saninten, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (24/12).

Tema yang diangkat tersebut mengandung makna bahwa relawan Isbanban akan terus menyambung tali silaturahmi dengan adik-adik binaan, para orang tua, dan masyarakat di sekitar, meski ke depan tidak lagi melakukan pengabdian seperti biasanya tiap hari Minggu di Kampung Campaka Salam lagi.

Seketika, senyum ceria dari adik-adik binaan dan tamu undangan pun terhenti, saat adik binaan bernama Iroh dan Kak Titi (relawan Isbanban) membacakan puisi perpisahan. Tak ayal, semua hadirin meneteskan air matanya.

Irfan, perwakilan relawan Isbanban sekaligus PO terakhir di Kampung Campaka Salam menceritakan pengalamannya mengabdi, di mana ia mendapatkan banyak sekali pelajaran dan pengalaman baru yang tidak didapatkan sebelumnya.

“Di sinilah saya belajar bagaimana kita harus peduli dan berbagi kepada orang lain. Selain itu, saya bisa belajar memahami berbagai macam karakter adik-adik binaan dan kakak-kakak relawan Isbanban, sehingga bisa mengambil hati mereka untuk belajar bersama tanpa melukai perasaannya,” terang Irfan, di sela acara Pentas Seni dan Terminasi.

Irfan berharap, hadirnya Isbanban dapat memotivasi para pemuda/i dan orang tua di pelosok desa akan pentingnya pendidikan.


Sementara itu, Ibu Eneng, perwakilan masyarakat Kampung Campaka Salam dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak relawan Isbanban yang telah mengabdikan dirinya dengan sepenuh hati di Kampung Campaka Salam.

“Terima kasih atas pengabdiannya. Kami berdo’a semoga Isbanban lebih sukses lagi di desa binaan yang baru dan tetap menjaga tali silaturahmi, khusunya dengan masyarakat Campaka Salam,” urai Ibu Eneng, penuh haru.

Diketahui, Pentas Seni sendiri diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah untuk melatih kreatifitas dan menjadi tolak ukur relawan Isbanban dalam menggali dan mengasah potensi adik-adik binaan selama belajar. Sedangkan, Terminasi dihelat setiap 3 tahun sekali, sebagai acara perpisahan atau penglepasan. (red)

Editor : Andri Firmansyah


Source: https://www.biem.co/read/2017/12/28/8938/3-tahun-mengabdi-pentas-seni-dan-terminasi-isbanban-diringi-isak-tangis/