Isbanban di mata Relawan

2017-01-02 00:00:00 // by Administrator

Hallo, apa kabar semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat ya.

Oiya ada info penting lho, saat ini isbanban telah membuka open recruitment untuk para anak muda yang ingin menjadi volunteer di Isbanban.

Masa baktinya selama 1 tahun lho. Deadline pendaftarannya sampai 14 Januari 2017.

Untuk yang belum atau sudah daftar di isbanban.org/recruitment dan untuk merasakan feel anda agar bisa buru-buru gabung di Isbanban,  yuk mari kita liat terlebih dahulu pendapat para relawan di masing-masing Chapter tentang perasaan mereka selama bergabung di Isbanban.

 

  1. MADITA DENASIA

 

Pertama kali saya kenal Isbanban yaitu dari temen, temen saya udah lama di isbanban trus ditawarin gabung, dijelasin isbanban itu apa, eh tertarik.

 

Kalau gabung di Isbanbannya sendiri itu sekitar bulan juli 2015, di chapter Cilegon.

 

Hal yang membuat saya ingin bergabung di Isbanban itu pertamanya sih saya hanya ingin mengembangkan diri sendiri karena saya kuliah di jurusan keguruan. Jadi itung itung belajar ngajar, dan yg kedua saya rasa anak pelosok desa juga memiliki bakat yg tidak kalah dengan anak anak kota, dan bakat itulah yg harus kita dikembangkan.

 

Perasaan setelah gabung bersama Isbanban itu bahagia lah haha bisa ketemu banyak pemuda pemudi banten yg hebat hebat.

 

Untuk akses ke taman baca di  cilegon kita naik motor, jalan ke cipala itu nanjak, mungkin itu tantangannya. Trus tantangan yg kedua sering bgt kita relawan kekurangan transportasi, jadi kita gayor naik ke cipala.

 

Yang membuat saya terus bertahan di Isbanban adalah karena kekeluargaan nya isbanban tuh hebat, jadinya nyaman aja. Momen yang paling gak bisa dilupain adalah  ketika relawan sibuk sibuknya persiapin acara kompaknya dapet seru lah pokonya.

 

Harapan saya untuk Isbanban kedepannya adalah semoga isbanban tetep kompak, semoga taman baca di isbanban makin banyak karna masih banyak pelosok desa di banten yg butuh Isbanban.


 

  1. ENDAH  KHAERIYAH  NURHIDAYATIN

C:\Users\Aldi com\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Endah Kh Nurhidayatin 20170101_120948.jpg

 

Pertama kali tau dan dengar isbanban sejak 2013 saat Isbanban baru dibentuk dan mencari volunteer untuk desa binaan di Padarincang.

 

Pertama kali gabung di Isbanban, karena saat itu sedang kuliah di luar Banten dan jarang pulang. Akhirnya memutuskan untuk ikut bergabung setelah dinyatakan lulus oleh kampus (Agustus 2015). Awalnya memilih chapter kota Serang. Tetapi karena dari chapter kabupaten Serang sedang butuh wakil PO / Vice PO. Saya diamanahkan oleh Panji selaku Managing Director Isbanban untuk jadi Vice PO di chapter kabupaten Serang.

 

Hal yang membuat saya ikut Isbanban yaitu dari awal dibentuknya Isbanban memang sudah tertarik dengan kegiatannya. Kebetulan memang saya suka anak kecil :). Meskipun tak ada basic sama sekali di dunia pendidikan, tapi saya pikir bila bukan kita yang peduli, maka siapa lagi?

Perasaan saya setelah gabung Isbanban:
 1. Seru dan menantang, karna jadi tau bagaimana caranya menghadapi anak-anak, berkomunikasi dengan pemuda, dengan warga setempat. Jadi tau juga bagaimana cara menjelaskan materi dengan penyampaian yang baik agar adik-adik mudah menerima materi yang disampaikan.
 2.  Menyenangkan, karna jadi punya banyak kenalan baru seperti teman, relasi,    pemuda, juga warga setempat.
 3.  Bersyukur. Bersyukur bisa lihat langsung kondisi adik-adik di desa, jadi refleksi diri juga supaya lebih bersyukur dengan segala apa yang dimiliki oleh kita saat ini.
 4.  Dan rasa bahagia lainnya

 

Untuk akses ke Taman Baca kalo untuk akses jalan, cukup jauh dari jalan raya ke dalam desa. Sehingga susah untuk teman-teman relawan yang tidak memiliki kendaraan untuk sampai ke desa binaan.
 Dari segi jalan, jalanan untuk sampai ke desa binaan isbanban chapter kabupaten serang lumayan kurang bagus. Sehingga tidak jarang ketika ke desa, relawan bocor ban atau ada yang terpeleset dijalan karena jalanan yang licin.

 

Hal yang menarik yang saya dapatkan di Isbanban itu banyak sekali. Kebetulan warga di desa ada yang jadi tetangga di toko. Dan jadi kerjasama antara pemuda di desa binaan untuk jual-beli 'emping'. Jadi warga di tigamaya yang memproduksi, pemuda yang distribusi, toko saya yang menjual. Ngerasa berkah aja gitu, meskipun baru beberapa kali .
 Hal menarik lainnya adalah banyaknya cerita-cerita dari adik-adik tentang kondisi di keluarga mereka dan keinginan mereka untuk terus bersekolah . Jadi bahan untuk bersabar dan bersyukur aja ke diri sendiri, selama ini banyak mengeluh, banyak ngga bersyukurnya. Tapi setelah lihat adik-adik di desa. Jadi merasa tersadarkan juga . Jadi bahan belajar juga ketika lihat semangat dari kaka-kaka relawan isbanbannya untuk terus semangat datang ke desa. Salut untuk setiap kegiatan yang dibuat. Pemuda memang seharusnya peka terhadap masyarakat sekitar .

 

Yang membuat tetap bertahan di isbanban adalah karena melihat dari semangat adik-adik untuk belajar dan menunggu kedatangan kakak-kakak di desa. Juga melihat semangat kaka-kakak yang terus berupaya untuk kasih yang terbaik untuk adik-adik di desa . Momen yang paling ngga bisa dilupakan? kayaknya ngga ada . Semuanya berkesan . Tapi yang paling bikin terkesan adalah saat pulang pengajaran, turun hujan dan adik-adik belum bisa pulang karna lupa bawa payung saat belajar. Akhirnya mereka tanya, "kakak endah sekolahnya apa? Sma apa kuliah?". Saya jawab "kuliah adek ". Lalu ada yang tanya lagi "kalo kuliah itu abis mts (smp) ya kak?". "Bukan sayang " jawab saya. Lalu ada yang tanya lagi "abis sma kak?". "Iya " jawab saya. "Berarti lama dong belajarnya kak endah?" Tanya salah satu dari mereka lagi. "Mm... iya adek . Tapi kaka minta doanya lagi untuk bisa lanjut sekolah lagi ya " kata saya. Ada yang bilang "belajar terus ngga cape kak? Kenapa kaka kesini kalo abis sekolah cuma nemuin kita?". Saya jawab "justru karna ada adek-adek. Kakak mau sekolah lagi, suka deh liat semangat adek-adek buat belajar ". Mereka bilang "kalo belajar terus emang untungnya apa kak?". Saya jawab "banyak dek, salah satunya bisa buat keluarga bahagia . Bisa dipercaya banyak orang, bisa kasih banyak manfaat ke  orang, banyak deh". Trus mereka bilang "kita mau kalo gitu sekolah dan belajar terus kak, supaya bisa kaya kakak dan kakak isbanban lain ". "Makasih ya kak " kata mereka. Saya merinding sekali mendengarnya saat itu :")

 

Harapan kedepannya untuk  Isbanban bisa semakin baik sistem managementnya. Semakin bisa menebar banyak manfaat untuk banyak orang 

 

  1. ANIS FAUZIAH

 

Pertama kali tau Isbanban yaitu dari teman kampus.

 

Kalau untuk masa gabungnya sendiri sih, saya gabung tepat nya bulan Desember 2014, di chapter kota Serang


Hal yang membuat saya ikut Isbanban adalah karena suka dengan anak anak dan dunia sosial . Dan itu ada di isbanban.


Perasaan setelah gabung di Isbanban itu senang punya keluarga se-Banten dan punya banyak cerita menarik di perjalanan isbanban.


Untuk akses ke Taman Baca tidak ada tantangan sama sekali namun tantangan nya adalah kendaraan karena tidak semua relwan punya kendaraan seperti saya dan penyesuaian dengan warga sekitar ,menghadapi segala situasi yang ada desa baik buruk maupun senang tantangan tersendiri.

Hal yang menarik yang saya dapatkan di Isbanban adalah suka duka bersama relawan , cerita dengan warga binaan . Senyuman anak-anak kebhagiaan mereka.

 

Pengabdian itu tanpa batas dampak dari pengabdian mendapatkan berkah luar biasa , yang paling utama adalah anak anak itu yang sampai sekarang membuat saya bertahan.
 Momen yang saya gak bisa dilupain adalah ketika pensi seharian di desa binaan sampe pagi nunggu panggung yang gak dateng dateng pulang pagi jam 3 ke ujanan basah kuyup mtor mogok akhir nya harus didorong sampe kosan sambil kedinginan.


 

Harapan saya untuk Isbanban kedepannya adalah bisa membuat yayasan dan mencerdaskan banten yang ada di pelosok desa agar lebih baik lagi.










 

  1. MOHAMMAD IRFAN MURDIANTO SITANGGANG

 


Saya tau Isbanban berawal dari teman lalu saya kepoin akun medsosnya Isbanban sama web nya .


Saya bergabung di Isbanban sejak Januari 2016, saya mengabdi di chapter Pandeglang.


Saya Ikut Isbanban karena saya ingin mengisi waktu libur saya dengan hal hal yang bermanfaat, apalagi setelah saya tahu Isbanban bergerak di bidang pendidikan, Itu membuat saya lebih semangat dan yakin lagi untuk bergabung bersama Isbanban.


Perasaan saya sangat senang bisa mengenal kakak, teteh di Isbanban, mereka sangat akrab dan rasa kekeluargaannya kental banget, saya merasakan banyak hal yang berbeda dari organisasi lainnya.


Akses menuju ke taman baca chapter Pandeglang itu lumayan jauh yah dari segi jarak dan waktu tenpuhnya apalagi di tambah jalannya yang rusak, banyak lubang, ketika terjadi hujan itu sangat bahaya untuk kita karena jalanan licin dan di penuhi oleh lumpur/tanah saya pun pernah mengalaminya tetapi alhamdulillah tidak ada luka, berbeda dengan kejadian yg di alami rekan saya beliau terjatuh hingga menyebabkan hidungnya sobek.


Hal yang menarik yang saya dapatkan di Isbanban chapter Pandeglang itu ketika kita bermain roket air, Kita berenang di Cikoromoy dan bermain di Alun Alun Pandeglang bersama adik adik binaan dan kakak relawannya, Saya sangat senang ketika bisa melihat mereka tersenyum menurut saya melihat mereka bisa tersenyum itu luar biasa senangnya.


Kenapa saya masih bertahan, karena saya merasakan kenyamanan yg luar bisa dan belum tentu bisa saya dapatkan di organisasi lainnya , dan saya rasa Isbanban ini mempunyai potensi untuk menjadi sebuah organisasi yg akan memajukan pendidikan di banten. Momen yang takan pernah saya lupakan, sangat sulit rasanya ketika berbicara momen yang tidak bisa di lupa, karena semua momen yang saya dapatkan sangat sulit untuk di lupakan, semua momen yg saya dapatkan selama di Isbanban mempunyai makna dan arti yg luar biasa pentingannya bagi saya.


Harapan saya untuk Isbanban kedepannya yaitu semoga Isbanban semakin berkembang , Isbanban bisa memajukan pendidikan di Banten, saya harap Isbanban  tetap menjadi Isbanban seperti yang saya rasakan saat ini.










 

  1. MUHAMMAD YUSUF FADILLAH

 

Pertama kali tau Isbanban itu pada tahun 2014 ketika Isbanban mengadakan roadshow ke tiap kabupaten, dan kebetulan mereka hadir ke sekolah saya untuk mengenalkan isbanban.

 

Kalau untuk gabung nya sendiri sih sekitar pertengahan tahun 2014, di Chapter Lebak.

 

Hal yang membuat saya ingin gabung di Isbanban adalah karena atas dasar kepedulian, saya bergabung dengan isbanban. karena kita tau sendiri bahwa di daerah saya masih banyak sekolah sekolah yang tak layak. maka dari itu saya tergerak, karena dalam undang undang sendiri terdapat baris yang berbunyi "Mencerdaskan kehidupan Bangsa" , daripada hanya berorasi tanpa aksi, dan beretorika tanpa karya nyata, lebih baik kita langsung terjun kelapangan untuk memperbaiki apa yang perlu diperabaik, stop talking & do something.

 

Perasaan setelah gabung di Isbanban pada awalnya sih saya masih grogi kalau mengajar, tapi lama kelamaan menjadi terbiasa. Senang juga rasanya memiliki kawan kawan dengan visi dan msi yang sama yaitu untuk memberikan sebuah perubahan terhadap daerah ini.

 

Untuk akses menuju taman baca rasanya itu yang akan menjadi cerita menarik bagi relawan yang ingin datang ke desa binaan kami, waktu tempuh dari rangkasbitung menuju sajira yaitu sekitar 1 jam. untuk menuju desa binaan kita bisa menggunakan angkot, tapi angkot hanya sampai alun alun sajira saja, dan harus dilanjutkan dengan ojek yang mungkin bisa memakan waktu 20 menit. Relawan Lebak sendiri jika akan ke desa binaan menggunakan kendaraan sepeda motor. Untuk kondisi jalan sendiri bagus dari rangkasbitung menuju perbatas sajira, namun saat memasuki wilayah sajira, semua berubah. Tekstur jalan mulai mengajak bertengkar, dengan lubang lubang yang menjengkelkan kita harus jeli agar tidak terjerumus kedalamnya. Untuk akses menuju desa binaan sendiri ada 2 jalan, yaitu lewat sajira kota serta lewat jalan pintas. jika lewat sajira kota, aksesnya agak jauh dan jalan juga begitu kondisi jalan juga kurang bagus, sementara jika lewat jalan pintas, kita akan melewati jembatan gantung terlebih dahulu, serta akan disuguhi pemandangan pedesaan yang lumayan memanjakan mata dengan aroma udara khas pedesaan yang membuat paru paru segar.

 

Hal menarik yang saya dapat di Isbanban itu banyak sekali, mulai dari persahabatan, ada yang cinlok juga, serta mulai terbentuknya kekeluargaan entah dari relawan ke relawan, maupun dari relawan dan anak anak.








 

  1. SITI NURBAETI

 

Pertama kali kenal Isbanban dari akun facebook teman, asal chapter Cilegon yaitu Tiya Nurpratiwi.

 

Awal gabung Isbanban yaitu Bulan November 2014, di chapter Kab. Tangerang.

 

Alasan saya mengikuti Isbanban adalah karena saya menyukai dunia pendidikan anak.

 

Perasaan setelah gabung bersama Isbanban yaitu bangga dan bahagia karena bisa menjadi bagian dari pemuda yang beraksi nyata mengadakan perubahan menuju lebih baik.

 

Untuk akses ke taman baca sendiri itu hambatannya jika hujan, kami harus bersusah payah menerjang jalan setapak yang licin dan terkadang banjir

 

Hal menarik yang saya dapatkan di Isbanban itu banyak. Bukan hanya ilmu organisasi yang saya dapat, tapi baru di isbanban saya menemukan kekeluargaan yang hangat dalam organisasi.

 

Yang membuat saya tetap bertahan di Isbanban karena saya masih dan ingin terus menjadi pemuda yang beraksi nyata untuk pendidikan banten. Moment saat mengajar anak-anak juga moment-moment saat bersama para relawan bekerjasama untuk menyukseskan acara anak (semisal pensi anak).

Harapan saya untuk Isbanban adalah terus konsisten untuk membantu pendidikan anak desa. Meski kita tidak bisa mengubah nol menjadi satu, setidaknya kita bisa mengubahnya menjadi nol koma lima.

 

  1. ISMI RAHMAYANTI

 

C:\Users\Aldi com\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\?+62 877-4108-8534? 20161229_115811.jpg

Pertama kali tau isbanban, dari kaka kelas dulu pas waktu SMA, yang sudah lebih dulu gabung di Isbanban. Kebetulan dia nge-Share Open Recruitment Broadcase lewat bbm. Dan disitu saya langsung tertarik dan daftar.

 

Pertama kali gabung sekitar akhir januari 2016. Saya gabung di Chapter Tangerang Selatan.

 

Hal pertama yg membuat saya ikut isbanban yaitu, karena saya tertarik untuk menjadi volunteer pengajar. Mengabdikan diri dan berbagi sesama kepada mereka yang membutuhkan ilmu dan pendidikan.

 

Perasaan saya setelah gabung isbanban itu senang, karena dari sini saya banyak mengambil pelajaran, banyak pengalaman, banyak wawasan dan tentunya banyak teman

 

Untuk akses ke chapter kami tangsel, Alhamdulillah tidak ada hambatan apa² karena transportasi mudah di dapatkan disana.

 

Hal menarik yang saya dapatkan dari isbanban salah satunya bisa mengetahui, mengerti dan memahami setiap karakteristik anak didik itu. Kita bisa menjadi tahu bagaimana bisa menyesuaikanya dengan mereka secara baik seperti apa. Melatih kesabaran pasti, karena anak-anak didik taman baca itu banyak karakternya.

 

Momen yang gak dilupain adalah semuanya, semua yg saya lakukan di taman baca chapter tangsel. Karena menurut saya disana saya banyak mendapatkan momen yang tidak bisa semua orang bisa mendapatkannya. Bisa berbagi, bisa belajar, bisa bercerita dengan anak-anak taman baca dan teman-teman yang lainnya.

 

Harapan untuk isbanban kedepannya semoga bisa mendunia. Dan dari setiap chapter pun bisa mengembangkan isbanban di lingkungan chapter itu sendiri.
 Bisa menjadi lebih baik lagi pasti. Bisa menjadikan dan melahirkan generasi-generasi cerdas, yg soleh dan mendunia