Desa Sajira


Desa binaan Isbanban Lebak berada di Sindangsari lebih tepatnya di Kp. Sanding, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak-Banten. Hal yang menjadi keunikan di Desa ini adalah memiliki alam yang asri, dimana sawah dan sungai menjadi sumber daya yang menjadi ladangnya para masyarakat bekerja untuk mencari nafkah. Tak hanya itu, pemandangan yang disuguhkan ketika kami dalam perjalanan menjadi salah satu yang kami rindukan. Begitupun dengan warga masyarakat di sana yang sangat ramah. Selalu menyambut kedatangan kami dengan senyuman dan salam. “Assalamualaikum” itulah salam yang selalu dilontarkan adik-adik ketika kami sampai di sana. Karena hal ini tidak akan kami temukan di perkotaan.

Akses menuju ke Desa binaan kami tidaklah mulus. Masih ada jalanan berbatu (belum teraspal) ketika hampir sampai di desa binaan. Ketika sedang hujan, jalanan ini menjadi licin dan banyak lubang, sehingga semakin susah untuk melewatinya. Harus ekstra hati-hati dan pelan-pelan melewatinya. Sepanjang perjalanan menuju desa binaan, kami melewati hutan yang jauh dari rumah warga, sehingga kami selalu pulang siang. Berjarak ± 30 km dari Kota Rangkasbitung, dengan waktu tempuh perjalanan selama 1 jam. Namun hal tersebut bukan alasan kami untuk berhenti mengunjungi desa binaan dan bertemu adik-adik, akan tetapi hal tersebut kami jadikan tantangan yang menarik. Karena jalan menuju kebaikan tidaklah mudah, bukan?

Minggu demi minggu kami lewati dan kami masih selalu berkunjung ke desa binaan kami. Kenapa kami memilih desa ini sebagai desa binaan? Mungkin akan banyak pertanyaan dari teman-teman yang berminat menjadi Relawan di Isbanban ini. Awal mulanya yaitu ketika Isbanban bersosialisasi ke setiap Kabupaten yang berada di Banten, salah satunya yaitu Kabupaten Lebak ini. Setelah sosialisasi berakhir, kami ditugaskan untuk mencari desa yang masih membutuhkan bantuan dalam segi pendidikan. Salah satu teman kami yaitu “Endang Wahyuni” yang menemukan desa ini. Karena di desa ini masih sangat membutuhkan perhatian lebih dalam segi pendidikan maupun pembangunan.Ternyata, setelah kami berkunjung ke desa binaan tersebut, kami disambut ramah dan adik-adik di sana mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar. Belajar dan bermain, memang sangat menyenangkan. Dan kami hanya ingin melihat mereka tersenyum bahagia, mendapatkan pendidikan yang layak dan membuat kenangan manis di benak mereka yang akan selalu terkenang ketika dewasa nanti.

Banyak orang yang berpengaruh dalam perjalanan kami selama ini. Salah satunya yaitu “Pak Ustad Wawan”. Beliau merupakan pengelola sekolah madrasah yang selalu berjuang untuk memajukan desa tersebut. Rumah Pak Ustad Wawan selalu terbuka untuk kami. Rumah inilah yang kami jadikan sebagai tempat beristirahat setelah perjalanan yang cukup jauh. Tak hanya itu, kami selalu disuguhkan makanan olehnya. Madrasah yang dikelola Pak Ustad Wawan masih berbeda jauh dengan sekolah yang berada di kota. Hanya ada 2 kelas dengan fasilitas yang seadanya. Madrasah inilah yang kami tempati untuk pembelajaran di setiap hari minggu dan tempat “Taman Baca Rompok Layung”. Ya, nama Taman Baca di Desa Binaan kami adalah Rompok Layung. Kenapa kami memberikan nama tersebut? Rompok Layung berasal dari Bahasa Sunda. Rompok yang artinya Rumah dan Layung artinya Pelangi. Jadi, Taman Baca Rompok Layung adalah Taman Baca Rumah Pelangi. Seperti yang kami harapkan, semoga keberadaan Taman Baca ini menjadikan adik-adik dan warga di sini sama seperti pelangi, yang akan indah setelah hujan maupun badai menerpa. Sama halnya dengan mereka yang akan tumbuh menjadi anak yang bersinar penuh dengan warna keceriaan dalam kondisi yang terbatas.

Rompok Layung diresmikan di desa ini sejak tanggal 10 Oktober 2014. Kami mengadakan acara kecil-kecilan untuk peresmian ini. Tetapi sebelumnya kami sudah berkunjung pada bulan September 2014 untuk menyiapkan acara Grand Opening ini. Acara yang sederhana namun meriah dengan berbagai lomba yang ditampilkan adik-adik dan respon warga masyarakat inilah yang menjadikan tolak ukur kami untuk mencapai keberhasilan. Akhirnya Rompok Layung pun telah berdiri di desa ini dan semoga harapan-harapan kami, adik-adik, dan warga masyarakat tercapai. Yaitu harapan mendapat pendidikan yang layak, sarana dan prasarana yang memadai, akses yang mudah untuk ditempuh dan jalanan beraspal, serta orang-orang yang peduli akan masalah ini. Kami selalu menunggu dan senang hati jika banyak yang bergabung dalam organisasi ini dan peduli akan pendidikan yang berada di Indonesia, khususnya di Provinsi kita, yaitu Banten Tercinta.

  • -6.50660500, 106.32869900
  • 55 Relawan disini
  • Direct Me
Avatar Abdul Kodir
Avatar Aulia Wulandita